Hukum Memotong Kuku

Assalamualaikum,
downloadAlhamdulillah bulan Ramadan sudah menginjakkan pada hari ke – 16, semoga puasa kita diterima yaa dan tahun depan dipertemukan kembali dengan bulan penuh keberkahan, bulan Ramadan. Aamiin.

Pada tulisan kali ini saya ingin bercerita tentang hukum memelihara kuku sampai panjang gitu, apakah makruh atau haram? Dan kenapa alasannya? Jujur, minggu – minggu kemarin saya sempat memanjangkan kuku, dengan alasan supaya lucu hihi, ga banget ya alasannya. Namun sekarang sudah saya potong kembali sesuai kodratnya.

Setelah saya menanyakan kesana kemari dan membaca beberapa artikel serta buku, maka memotong kuku itu hukumnya sunnah, jadi kalau yang merupakan sunna itu adalah salah satu perkara fitrah dalam Islam, ada loh dalilnya juga, nabi Muhammad SAW bersabda : 

الْفِطْرَةُ خَمْسٌ (أَوْ خَمْسٌ مِنَ الْفِطْرَةِ): الْخِتَانُ، وَالاِسْتِحْدَادُ، وَتَقْلِيمُ الأَظْفَارِ، وَنَتْفُ الإِبِطِ، وَقَصّ الشّارِبِ

“Perkara fitrah ada lima (atau lima perkara fitrah) yaitu: khitan, istihdad (mencukur bulu kemaluan), memotong kuku, mencabut bulu ketiak, dan memotong kumis.” [HR Al Bukhari (5889) dan Muslim (257)]

Dijelaskan jika memang ingin memanjangkan kuku jangan sampai melebihin empat puluh hari loh, ada juga hadistnya dari Anas Bin Malik Ra.

وقت لنا رسول الله صلى الله عليه وسلم حلق العانة وتقليم الأظفار وقص الشارب ونتف الإبط أربعين يوما مرة
“Rasulullah صلى الله عليه وسلم memberikan (batas) waktu bagi kita untuk mencukur bulu kemaluan, memotong kuku, memotong kumis, dan mencabut bulu ketiak sebanyak satu kali dalam empat puluh hari.” [HR Abu Daud (4200). Hadits shahih.]

Kenapa memanjangkan kuku tidak boleh panjang? Karena didalam kuku itu akan terkumpul kotoran pada sela – sela kukunya, dan akan menimbulkan penyakit jika tidak dibersihkan, selain itu memanjangkan kuku juga ada unsur mirip binatang. Menirukan binatang, maka Nabi Muhammad SAW bersabda :

مَا أَنْهَرَ الدَّمَ وَذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ فَكُلُوهُ، لَيْسَ السِّنَّ وَالظُّفُرَ، وَسَأُحَدِّثُكُمْ عَنْ ذَلِكَ. أَمَّا السِّنُّ فَعَظْمٌ وَأَمَّا الظُّفُرُ فَمُدَى الْحَبَشَةِ
“Alat apa saja yang dapat menumpahkan darah dan disebutkan nama Allah atasnya (ketika menyembelih) maka makanlah ia, kecuali (alat yang berasal dari) gigi dan kuku. Saya akan memberitahukan kepada kalian tentang alasannya. Adapun gigi maka ia adalah tulang, sedangkan kuku maka ia adalah pisaunya orang Habasyah.” [HR Al Bukhari (2488)]

Jadi jika memanjangkan kuku lebih dari empat puluh hari itu adalah perbuatan yang menyelisihi sunnah dan fitrah, dan hukumnya adalah makruh. Namun jika tujuannya untuk tren dan menyerupai orang kafir makanya hukumnya adalah haram. Naudzubillah.
“Barangsiapa yang meniru-niru suatu kaum maka dia termasuk bagian dari mereka.” [HR Abu Daud (4031). Hadits hasan.]

 

Semoga kita semua selalu ada dalam keberkahan yaaa.

 

 

Wassalam,

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s