Haid dalam pandangan islam

Assalamualaikum muslimah, kali ini saya ingin sekali memposting masalah haid dalam pandangan islam. Hal yang dianggap sepele sih, namun besar artinya. Wanita yang sudah baligh pasti tahu apa itu haid. Yang secara bahasa sih haid itu adalah mengalirnya sesuatu. Dan pengertian lainnya haid itu adlaah darah yang keluar pada waktu – waktu tertentu dari organ khusus wanita secara alamiah tanpa adanya sebab, bukan karena sakit, luka atau keguguran. Keadaannya nyaris berbeda – beda pada setiap wanita. Keluarnya darah itu merupakan sunnatullah yang ditetapkan oleh Allah Swt kepada seorang wanita. Darah ini berwarna merah kehitaman kental, keluar dalam jangka waktu tertentu.

Normal, haid terjadi pada wanita. Ada yang merasakan sakit ketika haid dan ada pula yang tidak. Lama haid juga berbeda – beda, ada yang 3 hari, 7  hari bahkan ada yang 10 hari. Wanita yang sedang dalam masa haid tidak diperbolehkan untuk sholat, puasa dan thawaf. Namun masih bisa beribadah lainnya kok, jangan khawatir.

Allah Ta’ala berfirman:

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُواْ النِّسَاء فِي الْمَحِيضِ وَلاَ تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىَ يَطْهُرْنَ فَإِذَا تَطَهَّرْنَ فَأْتُوهُنَّ مِنْ حَيْثُ أَمَرَكُمُ اللّهُ

“Mereka bertanya kepadamu tentang (darah) haid. Katakanlah, “Dia itu adalah suatu kotoran (najis)”. Oleh sebab itu hendaklah kalian menjauhkan diri dari wanita di tempat haidnya (kemaluan). Dan janganlah kalian mendekati mereka, sebelum mereka suci (dari haid). Apabila mereka telah bersuci (mandi bersih), maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintahkan Allah kepada kalian.” (QS. Al-Baqarah: 222)

Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata:

كَانَ يُصِيبُنَا ذَلِكَ فَنُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّوْمِ وَلَا نُؤْمَرُ بِقَضَاءِ الصَّلَاةِ

“Kami dahulu juga mengalami haid, maka kami diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan untuk mengqadha shalat.” (HR. Al-Bukhari No. 321 dan Muslim No. 335)

Adapun batasan – batasan haid :

  • Batas minimal haid adalah sehari semalam, dan batas maksimalnya adalah 15 hari. Jika lebih dari 15 hari maka darah itu darah istihadhah dan wajib bagi wanita itu untuk mandi junub dan shalat. -Menurut Ulama Syafi’iyyah-
  • Namun ada juga yang mengatakan bahwa tidak ada batasan yang pasti mengenai minimal dan maksimalnya masa haid. Dan pendapat inilah yang paling kuat dan masuk akan juga disepakati oleh beberapa ulama besar, karena memang ada dalilnya. – menurut imam Ibnu Taimiyah rahimahullah dalam majmu fatawa-

Firman Allah Ta’ala.

وَيَسْأَلُونَكَ عَنِ الْمَحِيضِ ۖ قُلْ هُوَ أَذًى فَاعْتَزِلُوا النِّسَاءَ فِي الْمَحِيضِ ۖ وَلَا تَقْرَبُوهُنَّ حَتَّىٰ يَطْهُرْنَ

“Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah : “Haid itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid, dan janganlah kamu mendekatkan mereka, sebelum mereka suci…” [QS. Al-Baqarah : 222]

Dari surat Al- Baqarah diatas menunjukkan bahwa Allah Swt memberikan petunjuk tentang masa haid itu berakhir setelah suci, yaitu setelah darah terhenti, bukan jumlah harinya.

Indikator selesainya haid adalah dengan keluarnya gumpalan atau lendir putih ( seperti keputihan ) yang keluar. Sebagaimana disebutkan bahwa dahulu para wanita mendatangi Aisyah radhiyallahu ‘anha dengan menunjukkan kapas yang terdapat cairan kuning, dan kemudian Aisyah mengatakan :

لاَ تَعْجَلْنَ حَتَّى تَرَيْنَ القَصَّةَ البَيْضَاءَ

“Janganlah kalian terburu-buru sampai kalian melihat gumpalan putih.” (Atsar ini terdapat dalam Shahih Bukhari).

Wassalamualaikum wr wb,

semoga bermanfaat 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s